Kejadian ketika itu disampaikan oleh Jalaludin yang merupakan salah seorang pengawal Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tengku Lah yang berhasil selamat dalam pertempuran hari itu.

Bahkan, Jalaludin saat itu menemani saat-saat terakhir Panglima GAM, meski dengan keadaan kaki Jalaludin yang teroyak peluru pasukan Batalyon Infantri Lintas Udara 330.

Diceritakan oleh Jalaludin, dalam kondisi sekarat Tengku Lah sempat memerintahkan dirinya untuk segera lari menyelamatkan diri. Namun perintah itu ditentang oleh dirinya.

Ia bersikeras tidak akan meninggalkan Panglimanya. Namun Tengku Lah kembali memerintahkan dirinya untuk segera kabur dan akhirnya Jalaludin pun menuruti perintah Panglimanya.

Dan petempuran itu ternyata menjadi akhir cerita sang Panglima Gerakan Aceh Merdeka, Tengku Lah.

Dan atas tertembaknya Panglima Gerakan Aceh Merdeka, pasukan tersebut yang dipimpin oleh Serka I Ketut Muliastra pun mendapatkan penghargaan dari pemerintah berupa Wimpel Prestasi Yudha Perkasa Bhakti sebagai penghargaan negara atas keberhasilan dan prestasi dalam menjalankan tugas.

Setelah tertembaknya Panglima Tentara Gerakan Aceh Merdeka (GAM), kondisi pemulihan perdamaian di Kota Serambi Mekah Nangroe Aceh Darussalam pun berangsur-angsur kembali membaik hingga saat ini.

1 2