Militer.ID – Korps kavaleri, merupakan salah satu korps di lingkungan TNI AD dengan identitas pengendali kendaraan tempur seperti tank dan panser sebagai alat utama sistem persenjataannya. Berbeda dengan korps tempur lainnya seperti infanteri yang mengandalkan kemampuan personil baik individu dan kelompok, kavaleri menjadikan kendaraan tempur sebagai kekuatan utamanya.

Pasukan korps kavaleri yang tergabung dalam satuan tempur seperti Batalyon, mengenakan baret hitam sebagai identitasnya. Dan kuantitas pasukan bukan ditentukan berdasarkan banyaknya jumlah personil dalam satu satuan, melainkan jumlah kendaraan tempur seperti tank yang dijadikan tolak ukur.

Dimana, dalam satuan tinglat pleton kavaleri terdiri dari 1 unit tank storper APC dan 3 tank scorpion. Selanjutnya 3 pleton tersebut akan membentuk sebuah kompi dan dari 3 kompi tersebut akan menjadi sebuah batalion tempur.

Sejarah Korps Kavaleri

Dilingkungan TNI AD, sedikitnya terdapat 13 Batalyon Kavaleri 3 Detasemen Kavaleri serta 8 Kompi Kavaleri yang tersebar di seluruh wilayah Kodam dan satuan di Indonesia. Korps Kavaleri sendiri terbentuk pada tanggal 9 Februari 1950 berdasarkan SKEP KSAD nomor : 5/KSAD/Pntp/50 tentang pembentukan satuan berlapis baja.

Dan selain tank dan panser, Korps Kavaleri memiki satu Detasemen Kuda militer atau yang dikenal Denkavkud yang berada di Parongpong, Bandung Barat. Brigjend Anang Dwitono, kavaleri tidak dapat dipisahkan dengan kuda. Karena, kavaleri sesungguhnya berasal dari bahasa Latin yakni caballus. Atau dalam bahasa Prancis, chevalier yang juga memiliki arti kuda.

Istilah kavaleri di dunia sesungguhnya mengacu pada identitas pasukan berkuda, namun sesuai perkembangan zaman saat ini pasukan kavaleri diidentikkan dengan pasukan dengan kendaraan tempur lapis baja seperti tank dan panser.

Pasukan kavaleri memiliki peran sebagai satuan tempur yang mampu bergerak cepat dan tentu saja memiliki mobilitas tinggi, sekaligus juga berfungsi sebagai penyerang pada saat pendadakan atau pendobrak yang membuka jalan bagi pasukan tempur Infanteri.

Era Perkembangan

 

 

A post shared by Penkostrad (@penkostrad) on

Di era modern saat ini, fungsi dari kavaleri mulai berkurang dibandingkan pada saat Perang Dunia II. Sekarang mulai banyak digunakan helikopter penyerang yang memiliki kelebihan dibandingkan tank atau kendaraan tempur Infanteri atau IFV (Infanteri Fighting Vehicle). Tank dikatakan lebih rawan apalagi ditambah Infanteri yang bisa menghancurkan tank dengan senjata antitank.

Tentu, bagaimana pun tank tetap penting sebagai alat tempur untuk memberikan efek kejut ataupun memberikan perlindungan pada sebuah pasukan tempur. Umumnya tank diikuti barisan infanteri atau kavaleri lah sesungguhnya yang bertugas menjaga pasukan infanteri. Kombinasi antara tank dan infanteri sesungguhnya dapat menghasilkan serangan yang mematikan.

Dan juga bagaimana pun juga kavaleri tetap merupakan monster bagi Angkatan Darat pada perang konvensional dan modern. Kini, kewibawaan pasukan tempur Kavaleri TNI AD (Kavad) menjadi semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh bergabungnya sang macan (tank Leopard) dalam keluarga besar Kavaleri Angkatan Darat.

Tank Tempur MBT Leopard

Menurut Brigjen Anang, sesungguhnya pengadaan kendaraan tempur (ranpur) berjenis MBT (Main Battle Tank) Leopard untuk satuan kavaleri berdasarkan berbagai pertimbangan seperti perbandingan kemampuan bertempur yang lebih baik dari pada negara tetangga dan peningkatan citra serta wibawa negara dalam membangun daya tangkal dan juga posisi tawar Indonesia di dunia Internasional.

“Khususnya sebagai perimbangan kekuatan terhadap kekuatan satuan kavaleri negara-negara tetangga. Atas dasar tersebut, TNI AD memerlukan ranpur kelas berat Leopard 2,” kata mantan komandan Korem 073 Makutarama di Salatiga, Jawa Tengah.

Penggunaan ranpur kelas berat Leopard 2 dengan aplikasi teknologi terkini, lanjut Anang, berdampak pada peningkatan sumber daya manusia prajurit. Sehingga melalui penguasaan dan pemahaman aplikasi teknologi militer, mampu menyejajarkan prajurit TNI AD dengan prajurit Angkatan Darat negara-negara lain.

Apalagi, kata dia, ranpur ini dirancang memiliki kemampuan mobilitas yang tinggi. Sistem penggerak roda rantai dengan tenaga sangat kuat dan tekanan jejak yang sangat kecil. Leopard juga mampu mengarungi sungai pada kedalaman tertentu.

Juga memberikan kemampuan bermanuver dengan baik di medan off-road dengan permukaan tanah yang relatif lunak atau berlumpur sekalipun. Termasuk juga di wilayah berpasir, dan juga mampu melintasi sungai yang memiliki kedalaman rata-rata sekitar empat meter dengan dasar sungai yang relatif cukup keras.

Dengan memiliki kendaraan tempur Main Battle Tank Leopard 2, saat ini prajurit Kavaleri TNI AD memiliki kebanggaan yang lebih tentunya. Karena, kendaraan tempur MBT Leopard 2 merupakan salah satu kendaraan tempur terbaik yang ada di dunia saat ini.

No more articles