Pasukan Elit Yontaifib : Cepat, Rahasia, dan Mematikan

Militer.id Batalyon Intai Amfibi atau yang disingkat Yontaifib merupakan satuan elit dalam Korps Marinir yang mempunyai spesialisasi dalam penintaian amfibi (Amphibious reconnaissance) dan juga pengintaia khusus (Special reconnaissance). Dahulu satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).

Jika ingin menjadi anggota pasukan elit Yontafid, calon anggota diseleksi dari prajrit marinir yang memenuhi beberapa syarat seperti fisik, mental, kesehatan dan sudah berdinas minimal dua tahun. Salah satu program latihan yang diberikan yaitu berenang dalam kondisi tangan dan juga kaki terikat sejauh 3 km.

Tugas Pokok Pasukan Elit Yontaifib

Tugas Pokok Pasukan Elit Yontaifid

Adapun tugas pokok dari Pasukan Yontaifib yaitu membina dan menyediakan kekuatan serta membina kemampuan unsur-unsur amfibi ataupun pengintaian darat. Selain itu, juga memiliki tugas untuk melakukan operasi khusus dalam rangka pelaksanaan pendaratan amfibi.

Supaya bisa menjalankan tugasnya dengan baik, semua personil pasukan Yontaifib dituntut untuk memiliki kemampuan seperti daya tahan fisik prima, menguasai prosedur, teknik dan juga taktik dasar kemiliteran di tingkat perorangan ataupun tingkat kompi.

Tidak hanya itu saja  pasukan Yontaifib diharuskan untuk bisa merencanakan dan melaksanakan misi pengintaian amfibi di setiap operasi yang dilakukan di tingkat Batalyon atau Brigade Tim Pendarat (BTP) . Selain itu, juga bisa merencanakan dan melaksanakan misis pengintaian darat di tingkat Batalyon atau Brigade Infanteri.

Tugas pokok lainnya yaitu harus bisa melakukan pengamanan di berbagai obyek vital dan tokoh atau pejabat yang bernilai sangat penting (VIP). Jika dibutuhkan satuan pasukan Yontaifib bisa dilibatkan dalam operasi SAR biasa maupun SAR tempur.

Baca Juga : JANGAN BERHARAP BISA LOLOS JIKA BERTEMU DENGAN PASUKAN INI

Pendidikan Pasukan Yontaifib

Calon pasukan elit Yontaifib berasal dari prajurit Korps Marinir biasa yang sudah berdinas paling sedikit selama satu tahun. Setelah berhasil lolos tes masuk yang bisa dibilang tidak mudah, selanjutnya akan digembleng berbagai jurus ilmu prajurit khusus di Sekolah Peperangan Khusus Marinir yang ada di Surabaya dalam jangka waktu sembilan bulan.

Sebelum mendapatkan materi latihan intai amfibi (taifid) sejati, mereka akan lebih dulu diasah kemampuan dasarnya sebagai prajurit komando dan digenjot mellaui program latihan fisik gila-gilaan bertajuk Minggu Neraka (Hell Week). Jika bisa melaluinya maka akan diizinkan untuk mengikuti materi selanjutnya.

Adapun materi inti latihan intai amfibi selalu berorientasi pada medan operasi mencakup tri media seperti darat, laut dan udara. Materi latihan darat bisa dibilang cukup banyak meliputi teknik dan taktik perang komando hutan ditambah dengan program pelatihan lintas medan sejauh 60 kilometer per hari.

Materi lain yang diberikan yaitu materi latihan pengintaian mencakup patroli jarak jauh hingga masuk ke dalam wilayah musuh. Adapun tahap paling berat dalam latihan matra darat yaitu saat siswa dilatih untuk bisa bertahan jika tertangkap musuh dan juga disiksa secara keji dalam rangka proses interogasi.

Materi latihan aspe laut juga tidak kalah banyak, seperti selam tempur dan SAR, renang jarak jauh, teknik infiltrasi bawah air, demolisi dan sabotase bawah air serta teknik pengintaian hidrografi. Pada tahap ini siswa juga diajarkan untuk sanggup melitasi perairan laut dan menebus tabir gelombang laut hingga setinggi 10 meter.

Sedangkan materi latihan aspek udara yang dterima oleh siswa, seperti air mobile, rapeling, helly water jump, STABO dan berbagai materi teknik terjun bebas. Setelah semuanya selesai siswa akan mendapatkan materi latihan operasi gerilya dan anti gerilya.

Pasukan elit Yontaifib juga dibekali dengan teknik dan tatktik pertempuran dalam ruangan dalam operasi pembebasan sandera. Di penghujung program pendidikan , siswa yang lulus akan mendapatkan tanda kecakapan (brevet) tri media. Sebelum menerima brevet semua siswa harus mengikuti tradisi renang jarak jauh menyeberangi selat Madura.

Exit mobile version