Sehingga pasukan ini pun menerima prosesi damai serta penyerahan senjata dari kedua negara yang berperang antara Khmer Merah dan CPAF (Cambodian People Armed Forces). Hingga pada suatu ketika sang Komandan yaitu Letkol Inf. Ryamizard, atas permintaan dari Pimpinan UNTAC (United Nation Transitional Authority in Cambodia) yaitu Yasushi Akhasi, diminta untuk membebaskan 11 perwira PBB yang ditawan oleh pasukan Khmer Merah.

Sebelumnya telah berbagai cara dilakukan PBB untuk membebaskan perwira-perwira yang ditawan oleh Khmer Merah tersebut. Bahkan di New York Amerika pun sempat dibahas, dan ternyata tidak ada satu negara manapun yang berhasil membebaskan para sandera termasuk pasukan dari Amerika dan Inggris.

Sang Komandan Pasukan Garuda yaitu Letkol Inf. Ryamizard Ryacudu akhirnya bersedia melakukan permintaan tersebut dengan satu syarat, jika tugas itu diterima dan dipercayakan kepadanya maka tak boleh ada negara manapun yang ikut campur tangan terhadap operasi diplomasi itu.

Singkatnya, seusai melakukan pendekatan teritorial, para sandera yang berjumlah 11 orang perwira PBB tersebut akhirnya dibebaskan. Dan sejak saat itulah, nama Tentara Nasional Indonesia semakin harum di dunia Internasional terutama sebagai kontingen Pasukan Perdamaian PBB.

Dan hingga saat ini, nama Pasukan Garuda selalu di percaya dalam mengemban tanggung jawab sebagai pasukan penjaga perdamaian di tingkat Internasional.

1 2