Militer.ID – Masih ingat penyergapan kelompok terorisme yang memiliki nama asli Abu Wardah alias Santoso? Dalam penyerangan ini, Satgas Tinombala yang terdiri dari Polri dan unsur TNI ini berhasil menembak mati  Abu Wardah alias Santoso dan Amir Mujahidin kawannya pada 18 Juli 2015. Penembakan terjadi di pegunungan Tambarana, yang merupakan sebuah desa di Kecamatan Poso Pesisir Utara. Dan anggota tim yang membunuh santoso telah diketahui belakangan ini adalah tim yang di kenal dengan nama Tim Alfa 29 Yonif 515 Kostrad .

Mungkin bagi sebagian orang jarang mendengar nama tim ini. Tim  Alfa 29  merupakan prajurit Batalyon 515 Kostrad . Batalyon 515 adalah  salah satu kesatuan yang berada di bawah komando Brigif 9/Daraka Yudha yang juga merupakan bagian dari Divisi Infanteri 2/Kostrad. Sebelumnya, Tim Alfa 29 adalah satuan organik berada di bawah Kodam VIII/Brawijaya dan kemudian berada di bawah naungan Kostrad, Yonif 515 sesuai perintah Pangdam Brawijaya Nomor Sprin/416/III/1978.

Kota Jember, Jawa Timur  merupakan markas Yonif 515. Sebelumnya, Yonif 515 berpindah markas beberapa kali, mulai dari Lawang, Malang, kemudian Rambipuji, dan terakhir di Tanggul pada 1978 di Jember, Jawa Barat.

Kolonel Infanteri Yudha Medy Darma Zafrul  yang merupakan wakil Komandan Satuan Tugas I Operasi Tinombala mengatakan pertempuran jarak dekat/antiteror merupakan keahlian dari batalyon ini selain itu juga, perang gerilya, pertempuran berlanjut dengan mobilitas tinggi. Dari segi kemampuan satuan ini memiliki kemampuan berkali-kali lipat lebih diatas batalyon infanteri pada umumnya.

Terdapat 9 anggota tim Alfa 29 yang di terjunkan pada saat bertempur  melawan  Santoso, dan juga merupakan bagian dari 8 tim dari prajurit TNI yang diturunkan di Poso.

Tim gabungan menemukan jejak kaki dari arah barat ke utara di Pegunungan Biru, Kuala Tambarana, Poso. Menurut kronologi yang dikatakan oleh Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam),  8 tim gabungan Tinombala sejak pukul 16:00 WIT telah di turunkan untuk mengikuti jejak dan memburu Santoso serta pengikutnya.

Selain jejak kaki, terdapat juga gubuk tempat peristrahatan di area tersebut. Di dalam gubuk itu terlihat 2 orang yang berada di dalamnya sementara tiga lainnya sedang menyeberangi Sungai Tambarana.

Menurut Boy Rafli Amar selaku Kadiv Humas Mabes Polri, dari lima orang yang terdapat digubuk itu dua diantaranya adalah istri dari Santoso.

Terdengar suara tembakan pada pukul 17:00 WITA, dan suara tembakan itu berasal dari Tim Alfa. Setelah itu bunyi tembakan berlangsung selama kurang lebih tiga puluh menit dan kemudian hening. Dari aksi baku tembak itu terdapat dua orang dari kelompok Santoso yang terkena tembakan dan tak bernyawa.

Mereka adalah Santoso dan Muchtar. Selain menembak mati Santoso dan rekannya, satu pucuk senjata api organik jenis M-16, selongsong amunisi, serta bebera amunisi aktif juga di amankan oleh Tim Alfa 29.

Setelah berhasil melumpukan dua orang tersebut akan dilakukan proses identifikasi, dan diketahui dua tembakan yang menewaskan Santoso itu bersarang di punggung bagian perut. Sementara Muchtar terkena tembakan di kepala.

No more articles