Militer.ID – Lanud Atang Sendjaya merupakan pangkalan udara Militer type A yang terletak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lanud ini adalah salah satu Pangkalan Udara Militer terpenting di Indonesia selain Lanud Halim Perdanakusumah dan Lanud Iswahyudi.

Tahukah kamu bahwa Lanud ini dahulunya bernama Lanud Semplak kemudian diganti sesuai dengan salah satu prajurit TNI AU, Atang Sendjaja untuk mengenang jasanya dalam dunia penerbangan Indonesia. Mungkin banyak yang mengira nama Atang Sendjaja adalah nama seorang pahlawan kemerdekaan atau mungkin juga komandan pertama lanud tersebut. Atang Sendjaja merupakan salah satu pionir Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI-sekarang TNI AU).

Atang Sendjaja sesungguhnya diambil dari nama prajurit sekaligus teknisi TNI-AU yang terlibat dalam perakitan Helikopter Mi-6 buatan Rusia. Sekitar tahun 1962, negara-negara tetangga belum ada yang mengoperasikan pesawat supersonic seperti Mig-21. Prestasi AURI pada masa itu sangat melesat dibanding angkatan udara negara tetangga, AURI mampu mengoperasikan jenis helikopter terbesar di dunia buatan Soviet, yakni Mi-6. Bersama kegemilangan prestasi AURI tersebut, karier dan hidup Atang Sendjaja justru harus berakhir tragis pada 29 Juli 1966.

BACA JUGA :

KARIR SEBAGAI AURI

Pemuda asli Bandung yang lahir pada tanggal 17 Maret 1928 itu menamatkan Sekolah Lanjutan Atasnya pada tahun 1951. Pada tahun yang sama Atang Sendjaja mengikuti sekolah penerbang. Dua tahun setelah pendidikan Ia juga mengikuti Sekolah Perwira Perbekalan, serta pernah menjadi siswa Sekolah Ilmu Siasat (SIS) pada tahun 1955.

Atang Sendjaja memulai karir militernya pada tanggal 1 Januari 1955. Pada saat itu almarhum diangkat sebagai Letnan Muda Udara (LMU) Satu (masih calon perwira), dan bertugas sebagai anggota Direktorat Pembekalan Personil (DITKALPERS) MBAU di Jakarta. Dua tahun bertugas di Ditkalpers dan setelah berhasil naik pangkat setingkat lebih tinggi yakni menjadi Letnan Udara Dua.

Dan pada tanggal 1 Juli 1957 Atang Sendjaja kembali ke Bandung. Ia ditugaskan sebagai perwira pertama (Pama) di gudang tempat penyimpanan (GTP) PAU Husein Sastranegara (kini menjadi Gudang Penyimpanan Pusat (GPP II). GTP/GPP II merupakan gudang yang diperuntukkan untuk menyimpan pesawat Hercules dan helikopter berikut dengan spare parts-nya.

Selanjutnya tepat pada tanggal 12 Januari 1961, Atang Sendjaja pun diikutsertakan pada kursus “Advanced Operations & Maintenance” di Moskow, Uni Soviet (sekarang Rusia) selama kurang lebih tiga bulan, sekaligus diikutkan dalam misi pembelian alutsista. Atang belajar banyak di negara yang terkenal dengan persenjataan kelas dunia itu. Atang Sendjaja senang mengoleksi banyak buku-buku dari Soviet yang kemudian harus dibakar karena isu PKI masih sangat kental.

Setelah dari Soviet dan kembali ke tanah air, sosok Ayah lima anak itu ditugaskan lagi ke Departemen MBAU dan kemudian ditunjuk sebagai Komandan Departemen Materiil 091 Tanjung Priuk dengan pangkat Kapten Udara, sekaligus ikut merintis satu skadron helikopter.

GUGUR BERSAMA AURI

Tahun ketahun prestasinya bersama AURI makin gemilang, salah satunya perakitan berbagai pesawat helikopter termasuk helikopter Mi-6. Bersama helikopter itu Ia pun gugur pada 29 Juli 1966. Kematian Atang Sendjaja memunculkan banyak spekulasi, ada yang mengatakan akibat kecelakaan dan ada pula yang mengatakan meninggal dalam tugas operasi Dwikora.

Menurut naskah lembaran sejarah Subdijarah Diswatpersau menyebutkan penyebab meninggalnya Atang Sendjaja terjadi karena ekor pesawat Mi-6 yang sedang diangkut dari Tanjug Priok menuju Halim Perdanakusuma tersangkut kabel listrik bertegangan tinggi. Aliran tersebut mengenai tubuh Atang Sendjaja, mengakibatkan tubuh beliau hangus dan gugur.

Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata berdampingan dengan makam mantan wakil presiden Adam Malik, Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, Letjen TNI (Anumerta) Suprapto, dan para pahlawan lainnya. Atang Sendjaja dimakamkan di TMP Kalibata dengan pangkat Letkol (Anumerta). Untuk mengenang jasanya, dalam dunia penerbangan Indonesia namanya kemudian diabadikan sebagai nama lapangan udara menggantikan Lanud Semplak. Landasan pacunya berukuran 1,4 kilometer dan kini menjadi markas bagi Skadron Udara 6, yang dikenal dengan armada Helikopter Puma dan Super Puma.

Skadron yang bermarkas di Lanud ini adalah Wing Operasi 004 Helikopter, Skadron 7, Skadron 8, dan Skatek 024. Atang Senjaya. Letkol (Anumerta) Atang Senjaya sang perakit Helikopter Mi-6. Bersama AURI tubuh Atang Sendjaja gugur, namun prestasi serta dedikasinya bagi kemajuan AURI akan tetap terpatri di dunia kemiliteran dan penerbangan. Pengabdiannya patut dibanggakan dan ditiru oleh generasi AURI saat ini.

No more articles