Militer.IDTerlihat gagah sebuah pesawat tempur Hawk 200 milik TNI Angkatan Udara (AU) di monumen pesawat tempur pada tugu Maimun Saleh di Aneuk Galong, Sibreh, Aceh Besar. Yang diletakan pada januari 2008 dan diresmikan pada 24 September 2010, oleh Marsekal muda TNI Eddy Suyanto ST. Pesawat tempur tersebut bukan merupakan hasil replika, melainkan pesawat asli dan masih dilengkapi dengan empat amunisi pada bagian sayap pesawat. Namun pada amunisi tersebut detonator dan peluru ledaknya sudah tidak dipasang lagi. Monumen itu sengaja dibangun untuk mengenang Maimun Saleh, sebagai seorang pilot pesawat tempur pertama dari Aceh dan juga sebagai bentuk rasa terimakasih serta ikatan batin antara Angkatan Udara dan masyarakat Aceh.

Maimun Saleh adalah sersan mayor udara yang lahir di Aneuk Galong, Aceh Besar pada tanggal 14 Mei 1929. Maimun Saleh telah menempuh pendidikan dimulai dari sekolah dasar di sekolah Taman Siswa, sekolah menengah di sekolah Islam di Koetaradja (yang sekarang disebut dengan kota Banda Aceh). Kemudian pada tahun 1949 Maimun Saleh diterima menjadi murid penerbangan di Koetaradja, dan pada tahun 1950 beliau dipindahkan ke sekolah penerbangan di Kalijati, Jawa Barat. Pada tanggal 1 februari 1951 Maimun Saleh berhasil lulus dan mendapat ijazah sebagai pilot kelas 3. Setelah Maimun Saleh memperoleh ijazah sebagai penerbang atau pilot pesawat tempur, kemudian beliau masuk Skuadron IV sebagai pengintai darat dan mengikuti semua operasi udara yang menjadi tugas tanggung jawab kesatuannya.

Tugu Maimun Saleh

http://bireuennad.blogspot.co.id

Setelah setahun kelulusannya, pada hari Jum’at 1 Agustus 1952, sekitar pukul 09:52 WIB, Sersan Maimun Saleh gugur sebagai kusuma bangsa di Pangkalan Udara Semplak, Bogor pada usia yang ke-23th. Gugurnya Maimun Saleh disebabkan karena terjadi kecelakaan pesawat terbang intai Auster IV-R-80 yang diterbangkan oleh Sersan Maimun Saleh. Berdasarkan informasi dari situs TNI AU, Sersan Maimun Saleh disebutkan tewas seketika dalam kecelakan tersebut. Peristiwa tersebut terjadi saat diadakan latihan rutin atas komando Pangkalan Udara Semplak dan belum juga diketahui apa yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Sehari setelah kecelakaan, jenazah almarhum Maimun Saleh, dibawa dengan pesawat dari pangkalan udara cililitan ke tempat kelahiran Maimun Saleh di Koetaradja, Aceh dan dimakamkan di Aneuk Galong Sibreh, Kecamatan suka makmur Kabupaten Aceh Besar.

Setelah gugurnya Maimun Saleh, atas nama seluruh anggota AURI dari Angkasa, menyampaikan perasaan turut berduka cita kepada keluarga alm. Maimun Saleh.

Pada tanggal 9 April 1954 oleh Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), nama Maimun Saleh, juga diabadikan sebagai nama lapangan terbang militer Lhoknga dan Datasemen AURI Banda Aceh.

Karena dibangunnya bandara Blang Bintang, yang sekarang berubah nama menjadi Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), sehingga lapangan terbang militer Lhoknga tidak digunakan lagi. Dan kemudian nama Maimun Saleh diabadikan pada lapangan terbang Cot Bak U di Sabang. Nama Maimun Saleh juga telah diabadikan menjadi nama jalan pada pusat perbelanjaan di Peunayong, Banda Aceh.

Aceh menjadi satu-satunya wilayah yang menerima pesawat tempur untuk dijadikan monumen. Selain Monumen pesawat tempur tugu Maimun Saleh, Aceh juga memiliki monumen pesawat RI-001 Seulawah di daerah Blang Padang (Banda Aceh) dan pesawat jenis A4 SkyHawk TT-0435 yang dibuat oleh Amerika dari Skuadron 11 Makassar yang saat ini ditempatkan di Apron Lanud Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar yang dijadikan sebagai monumen kedirgantaraan.

No more articles