Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Militer.ID – Setelah dikepung oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Magelang dan setelah gencatan senjata yang telah di mediasi oleh Presiden Sukarno, para tentara Sekutu secara diam-diam mundur dari Magelang untuk menuju ke Ambarawa. Adalah Letkol Sarbini beserta pasukannya yang kemudian melakukan pengejaran tersebut.

Kemudian, mereka dihadang oleh pasukan Angkatan Muda yang di bawah komando Oni Sastrohardjo. Dan ketika di Desa Ngipik, Temanggung, para tentara Sekutu pendapat penghadangan oleh pasukan Suryosumpeno. Para tentara Sekutu ini lalu mundur dan mencoba untuk menguasai dua desa di sekitar kawasan Ambarawa.

Pasukan Tentara Keamanan Rakyat di bawah komando Letkol. Isdiman selanjutnya berusaha untuk melakukan pembebasan terhadap dua desa yang dikuasai pasukan Sekutu tersebut, namun sayangnya Letkol. Isdiman gugur dalam pertempuran tersebut. Dan sejak gugurnya Letkol. Isdiman, Komandan Divisi V Banyumas, Kolonel Sudirman merasa sangat kehilangan salah satu perwira terbaiknya dan selanjutnya dia langsung ikut turut terjun ke lapangan untuk memimpin pertempuran itu.

Dengan kehadiran Kolonel Sudirman sangat memberikan nafas dan semangat tentunya kepada para pejuang. Dengan segera melakukan koordinasi terhadap satuan sektor-sektor komando, dilanjutkan dengan pengepungan terhadap kedudukan pasukan tentara Sekutu.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse