Militer.ID – Tentara Siliwangi yang melakukan hijrah dari Jawa Barat yang sebagian menggunakan kereta api, ternyata di kereta itu juga terdapat para perusuh yang telah melakukan provokasi dengan menembak tiang-tiang telepon dan juga telegram saat kereta api berjalan.

Ini disebabkan kekecewaan prajurit Siliwangi karena mereka dipaksa untuk meninggalkan kampung halaman mereka, atau terpaksa hijrah.

Dan untuk mengatasi kondisi tersebut, tindakan kekerasan dirasa bukan sebuah solusi yang cukup bijak dan hanya menambah amarah mereka. Dibutuhkan suatu cara  untuk meredam amarah para prajurit Siliwangi itu.

Pada Perdana Menteri Moh. Hatta dan juga Panglima Besar Jenderal Soedirman, mereka berdua diminta kesediaannya untuk menyambut rombongan tentara Siliwangi dan juga KRIS yang tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta pada tanggal 12 Februari 1948.

1 2